Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Cinta sejati cinta abadi

Katanya.. rangkain kata-kata indah itu tercipta dari seorang yang teracuni cinta. Ketika kita cinta terhadap seorang insan, tanpa sengaja, tanpa banyak berfikir terukir dan seolah terbesit kalimat-kalimat indah untuk dirinya orang yang kita cintai secara spontan. Bait-bait indah tercipta untuk di persembahkan padanya. Barisan kalimat mudah tersusun menggambarkan dirinya, tentang dirinya, untuk dirinya, seorang yang kita sayangi. Begitu pulalah cinta kita terhadap Rabb. Terkadang tatkala kita bersimpuh bermunajat pada sang ilahi, kita bingung mengungkapkan secara indah perkara hajat - hajat yang kita miliki. Padahal sekiranya Rabb adalah pusat terbesar cinta kita, kalimat-kalimat mempesona akan mengalir dengan sendirinya. Itulah yang kudapati dari seseorang. Sekarang mari kita perhatikan, seperti apa munajat kita selama ini? Sebab dari sanalah tergambar bentuk bukti cinta kita padaNya. Terkadang kita memaksakan kehendak agar mencintai nya. Berupaya melukis baris - baris cantik unt...

Gombal Maut

Rembulan tak jadi menyeruakkan cahaya nya Sembunyi di balik awan Karna malu ber adu dengan ketampanan mu Bulan saja malu.. apalagi aku Ahh.. rasa malu itu Bagaimana cara menguburnya Rasa ini telah menghianati lisannya Menjadi repot karena nya Cinta ini tak usah terjadi Meski cinta ini bertepuk dua tangan Aku tak sanggup bersaing dengan ribuan Kilauan bintang, sedang diri ana hanya satu mentari yang menyilaukan  nan panas Kau pun tak akan mampu bertahan satu cinta Aku hanyalah diriku. Miskin jiwa Letih aku dalam kerinduan Bosan terhadap hati yang terlalu cerewet Soal cinta mungkin aku beruntung Namun tentang taqdir aku tak tahu Wahai cinta... Bersatu bukan yang terbaik Tapi jikalau melihat kenyataan kau bersama yang lain.. .... ... .. . Seperti nya aku ga sanggup

Hati ini terlalu sempit

Hari demi hari terasa lama sekali. Dan hanya aku yang mengalami. Disini bukan tempatku, di suasana yang santai tapi tak damai, luang tapi tak lapang, tersenyum tapi tak bahagia, tertawa tapi tak gembira.  Namun aku juga tak berharap kembali. Belum mampu menghadapi ujian yang menanti. Yang disini.. tak usah lihat aku. Yang disana.. tak usah menanti. Aku bukan siapa siapa. Aku tak bisa apa-apa. Aku tak suka kegiatan apa apa. Mereka melihatku dengan pandangan mereka maka biar kan aku lakukan sebaliknya.