Cinta sejati cinta abadi
Katanya.. rangkain kata-kata indah itu tercipta dari seorang yang teracuni cinta. Ketika kita cinta terhadap seorang insan, tanpa sengaja, tanpa banyak berfikir terukir dan seolah terbesit kalimat-kalimat indah untuk dirinya orang yang kita cintai secara spontan. Bait-bait indah tercipta untuk di persembahkan padanya. Barisan kalimat mudah tersusun menggambarkan dirinya, tentang dirinya, untuk dirinya, seorang yang kita sayangi.
Begitu pulalah cinta kita terhadap Rabb. Terkadang tatkala kita bersimpuh bermunajat pada sang ilahi, kita bingung mengungkapkan secara indah perkara hajat - hajat yang kita miliki. Padahal sekiranya Rabb adalah pusat terbesar cinta kita, kalimat-kalimat mempesona akan mengalir dengan sendirinya.
Itulah yang kudapati dari seseorang.
Sekarang mari kita perhatikan, seperti apa munajat kita selama ini?
Sebab dari sanalah tergambar bentuk bukti cinta kita padaNya.
Terkadang kita memaksakan kehendak agar mencintai nya. Berupaya melukis baris - baris cantik untuk seorang yang berusaha kita cintai. Tanpa pernah memahami dan merenungi soal hubungan cinta kita dengan Rabb. Usaha pendekatan kita untuk mewarnai cinta terhadap Rabb semesta. Pernah kah? Pernah kah kita renungi tentang bukti nyata cinta kita terhadap Rasul? Beruntung lah kita yang risau, galau, gelisah merenungkan ini.
Apakah kita tidak pernah curiga, jangan - jangan Allah sedang membiarkan kita karena kita terlalu sering mengabaikan perhatian dan cintaNya. Gelisah lah tatkala tak ada yang luput dari pikiran kita kecuali hanya kesia-siaan.
Begitu pulalah cinta kita terhadap Rabb. Terkadang tatkala kita bersimpuh bermunajat pada sang ilahi, kita bingung mengungkapkan secara indah perkara hajat - hajat yang kita miliki. Padahal sekiranya Rabb adalah pusat terbesar cinta kita, kalimat-kalimat mempesona akan mengalir dengan sendirinya.
Itulah yang kudapati dari seseorang.
Sekarang mari kita perhatikan, seperti apa munajat kita selama ini?
Sebab dari sanalah tergambar bentuk bukti cinta kita padaNya.
Terkadang kita memaksakan kehendak agar mencintai nya. Berupaya melukis baris - baris cantik untuk seorang yang berusaha kita cintai. Tanpa pernah memahami dan merenungi soal hubungan cinta kita dengan Rabb. Usaha pendekatan kita untuk mewarnai cinta terhadap Rabb semesta. Pernah kah? Pernah kah kita renungi tentang bukti nyata cinta kita terhadap Rasul? Beruntung lah kita yang risau, galau, gelisah merenungkan ini.
Apakah kita tidak pernah curiga, jangan - jangan Allah sedang membiarkan kita karena kita terlalu sering mengabaikan perhatian dan cintaNya. Gelisah lah tatkala tak ada yang luput dari pikiran kita kecuali hanya kesia-siaan.
Komentar
Posting Komentar