Cinta Suci

Maafkan aku yg berpaling dari memandang mu. 
Aku menghindari cinta yg berawal dari pandangan.
Sebab aku tahu pandangan kita terbatas, hanya melihat paras, akhlak, tingkah laku saja.

Bagaimana mungkin aku memulai cinta dengan sesuatu yg terbatas?

Maka izinkan aku mencintaimu dari   hatiku, sebagai mana ibunda Aminah yg telah benar² mencintai Abdullah tanpa pernah melihat nya sebelum menikah.

Seorang Abdullah yg tidak pernah silau oleh kecantikan wanita² pemuka Makkah kala itu, menjaga pandangan dan selalu berpaling dari mereka, bahkan terhadap wanita yg menawarkannya 100 ekor unta. 

Namun perhatikan bagaimana kesucian bunda Aminah telah menjadi magnet yg menarik Abdullah mengetuk pintu rumah nya. 

Tidak usah tanya kan lagi mengapa mereka bisa berjodoh
Tidak usah terheran lagi siapa yang akhirnya terlahir dari pasangan itu

Mereka dipertemukan atas dasar kesucian
Mereka menikah berlandaskan ketaataan
Mereka bersatu karna kebeningan hati

Lalu siapa kita 
Kita yg kebanyakan menikah karna sudah 'terlanjur'
Kita yg berusaha bersatu dengan kemaksiatan dan kemaksiatan
Kita yg berusaha bertemu di pelaminan dengan cara-cara yang dibenci Allah.

Cinta abadi yg seperti apa yg ingin kita miliki kalau bukan Allah sendiri yg turun kan pada hati kita? 
Kita tidak menguasai hati kita sendiri. Ada Rabb yg dengan mudahnya mem bulak-balikkan hati, hari ini benci besok bisa sebaliknya, hari ini cinta besok bisa sebaliknya.

Meskipun hati ini, diri ini tidak sesuci bunda Aminah. 
Apakah boleh aku memohon seorang Abdullah kepada dzat pemberi Rizki. 

Iya aku punya cermin.
Terkadang cermin menampilkan yg berbeda.

_qur'ani_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Dia